Jumat, 17 Mei 2013

Budaya Organisa Sebagai Jiwa Dalam Perusahaan

Budaya Organisasi

Menurut Wilkins, budaya adalah sesuatu yang dianggap biasa dan dapat dibagi bersama yang diberikan orang terhadap lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial yang ada dimaksud disini dapat berupa kelompok etnis tertentu, Negara, desa di daerah tertentu, ataupun sebuah organisasi. Dalam pengertian tentang budaya menurut wilkins ada yang dikatakan “dibagi bersama, artinya sesuatu yang dapat menjadi kebiasaan, slogan, legenda , arsitektur, dan barang buatan sebagai simbolis dalam sebuah budaya.




Budaya organisasi sendiri ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pengalaman bersama yang dialami oleh orang-orang dalam organisasi tertentui lingkungan sosial mereka. Semua organisasi ataupun perusahaan mempunyain budaya, meskipun ada beberapa organisasi besar yang dengan mudah dapat diindentifikasi dan mempunyai pengaruh baik terhadap personalia ataupun pelanggan dibandingkan dengan perusahaan kecil.

Budaya : Jiwa dari Organisasi

Budaya organisasi yang ada pada perusahaan tertentu meliputi hal-hal sederhana sampai kepada hal-hal besar. Hal-hal sederhana itu sendiri dapat berupa pemakaian seragam, cara merias wajah,  gaya rambut, dan perhiasaan yang digunakan. Selain itu bahasa tubuh dan mimik wajah saat berhadapan dengan pelanggan. Namun sampai saat ini tidak ada elemen tertentu dari budaya yang menonjol sebagai sebagai suatu yang kritis bagi prestasi kerja organisasi. Budaya yang ada dalam perusahaan itulah yang membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain.


Pengamatan Terhadap Budaya Organisasi

Dalam suatu perusahaan memiliki jalan budaya yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaaan lainnya. Jalan budaya yang dimaksud disini adalah legenda atau latar belakang dari awal sebuah perusahaan itu berdiri. Dalam perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri selama puluhan tahun dan menjadi perusahaan yang besar pasti memiliki orang-orang yang menjadi tokoh dalam perusahaan itu. Tokoh-tokoh disini biasanya adlah orang yang pertama membangun perusahaan itu ataupun yang memberikan resolusi yang menjadikan suatu perusahaan memiliki masa kejayaan.


Sebagian perusahaan besar memiliki logo yang menjadi identitas perusahaan bagi karyawan dan pelanggannya. Selain logo, lokasi dan arsitektur gedung menunjukkan sesuatu mengenai indentitas perusahaan . Contoh yang ada di Indonesia sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang makanan yakni KFC yang memiliki logo paktua sebagai tokoh , dan perusahaan memiliki arsitektur bagunan yang selalu didominasi warna merah dan putih yang menjadi cirri khasnya.

Budaya organisasi sudah menjadi topik yang cukup hangat pada perusahaan-perusahaan saat ini. Mereka yang tertarik pada bidang ini yakin bahwa, pengamatan terhadap budaya perusahaan dapat menyatakan kepada kita sesuatu yang berarti mengenai orang di dalam sebuah organisasi terutama manajemen puncak. Melihat bagaimana budaya perusahaan yang ada dapat diterapkan dan diterima oleh para karyawan dan pelanggan. Jika budaya perusahaan dapat diterima berarti menejemen yang ada dalam perusahaan tersebut baik.

Ekspresi budaya yang ada dalam perusahaan-perusahaan merupakan fenomena yang sulit untuk didefenisikan secara operasional. Hal ini dikarenakan budaya tiap-tiap perusahaan yang ada pastilah berbeda-beda. Pada saat ini, penyelidikkan tentang budaya sering dilakukan dengan metode-metode yang berakar dari sosiologi dan antropologi.

Jika ditelaah secara normal,  budaya organisasi masih dalam perkembangan yang awal sekali. Dimana budaya organisasi masih mengharapkan pandangan-pandangan atau perspekltif baru yang menarik dan menakjubkan mengenai organisasi. Pandangan ini relevan dalam jamuan industry multinasional, meskipun usaha untuk menerapkan gagasan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena hanya terdapat sedikit sekali data empiris. Namun beberapa penulis mencoba menunjukkan kemungkinan arah atau keharusan arah dari budaya organisasi ini.

Weick (1987) berpendapat bahwa budaya yang kuat dapat ditemukan untuk membuat organisasi lebih dapat diandalkan, karena budaya yang demikian memberi nilai pada cerita dan aktifitas menceritakan cerita. Maksudnya perusahaan yang memiliki budaya yang kuatakan menjadi topik pembicaraan banyak orang dan  menjadi pusat perhatian bagi orang banyak pula yang menjadikan perusahaan itu lebih dikenal.

Tidak ada komentar: