Jumat, 31 Mei 2013

Aelita Andre Pelukis Abstrak di usia 2 tahun

Aelita Andre, gadis cilik kelahiran Melbourne, 9 Januari 2007 ini sudah mengikuti berbagai jenis pameran lukisan besar di beberapa negara. Aelita sudah mulai melukis saat umurnya menginjak 11 bulan. Karya pertamanya nya mulai dipamerkan kepada publik ketika umurnya 22 bulan. Aelita pun dijuluki sebagai seniman lukisan abstrak profesional oleh para kritikus seni .

Pelukis cilik yang disebut sebagai seorang anak ajaib ini telah kembali memamerkan karyanya disebuah pameran yang diselenggarakan di Agora Gallery, kota New York.

Setiap hasil karya Aelita dihargai dengan harga yang cukup bervariasi, dari ukuran yang terkecil (18 x 36") sehargaUSD 4.600 sampai ukuran yang paling besar (132 x 60") USD 12.900. Rekor penjualan tertinggi dia pecahkan dengan terjualnya lukisan stasiun angkasa luar Rusia yang dibanderol dengan harga USD 24.000, WOW.

Editor dari New York



Times bernama Noah Horrowitz menyebutkan Aelita sebagai penerus dari Jackson Pollock.

Rabu, 29 Mei 2013

Anak Autis : Bakat Terpendam Anak Autis

Bagi banyak orang tua , memiliki anak autis tak beda dengan mendapatkan musibah seumur hidup karena dalam bayangan mereka , mereka harus merawat anak yang tergolong cacat padahal sejatinya tidak seperti itu. Pemahaman tsb adalah tidak benar ,  Orangtua boleh saja bersedih jika anaknya mengalami autis, tapi jangan terlalu lama. Karena anak autis ternyata punya kelebihan istimewa yang bisa membuatnya mandiri.
Anak autis memiliki kelebihan visual yang kuat. Anak autis akan lebih mudah mengerti sesuatu dari gambar ketimbang hanya omongan. Kemampuan visual yang tinggi ini akan memudahkan anak belajar bersosialiasi.Kelebihan visualisasi inilah yang harus dimanfaatkan orangtua untuk memberikan bekal mandiri. Anak autis susah mengerti jika hanya diajarkan dengan omongan.
Jika ingin memberitahu mengupil tidak boleh sembarangan, maka orangtua harus memperlihatkan gambar orang sedang mengupil yang disampingnya ada tanda silang (dilarang). Lalu diberi lagi gambar pembanding yang dibolehkan orang sedang mengupil di kamar atau kamar mandi yang disampingnya diberi tanda contreng (benar).
Contoh lain, jika ingin mengajak anak autis ke luar rumah seperti ke mal, maka beberapa hari sebelumnya diperlihatkan gambar mal dan seperti apa di dalamnya yakni eskalator, lift, toko dan lainnya. Itu dilakukan berulang-ulang sampai anak paham.
Anak autis bukan tidak bisa diajarkan disiplin, tapi pelajaran ini bisa dimulai sejak masih kecil. Berilah batasan-batasan tegas antara yang boleh dan tidak boleh, beri pujian jika anak berhasil melakukan hal baik.
Jika anak tidak bisa mengerti melalui ucapan, cobalah divisualisasikan dalam bentuk gambar. Hal ini harus dilakukan berulang-ulang dan penuh kesabaran. Jika orangtua tahu cara mengajarkan anak autis, maka hal ini akan menjadi salah satu hal yang menarik.Dalam mengajarkan kemandirian pada anak autis harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa langsung drastis karena anak autis juga membutuhkan masa transisi, orangtua bisa memulainya terlebih dahulu dengan segala kegiatan di kehidupan sehari-hari.
Kemandirian ini bisa dimulai dari kehidupan sehari-hari si anak seperti bisa mengerti perintah sederhana, melakukan segala sesuatunya sendiri hingga nanti anak tumbuh menjadi dewasa dan diharapkan nantinya mereka bisa memiliki penghasilan sendiri.Jangan sekali-kali orangtua memiliki pemikiran anak autis tidak bisa diajari, tapi jika metode pengajaran yang diberikan berulang-ulang, setiap hari secara teratur, terstruktur serta bertahap, maka anak autis dapat tumbuh menjadi mandiri.
Selain itu siapkan terlebih dahulu anak sebelum dibawa keluar oleh orangtua, karena jika anak sudah siap untuk keluar maka kondisi ini tidak akan menjadi bumerang bagi orangtua.Banyak beberapa orangtua yang mengajak anaknya ke mal, padahal secara emosional anak belum siap untuk keluar. Akibatnya anak menjadi sangat hiperaktif dan menjadi tontonan orang-orang. Hal ini tentu akan menjadi bumerang bagi orangtua itu sendiri.
Jika orangtua ingin mengajak anaknya keluar, cobalah untuk melakukan simulasi dulu di rumah seperti memperlihatkan gambar mal seperti apa karena anak autis sangat kuat kemampuan visualnya.Setelah itu beritahu anak apa saja yang akan dilihatnya di mal nanti dan apa yang boleh serta tidak boleh dilakukannya. Berikan pengertian seperti itu secara berulang-ulang. Setelah anak mengerti coba dulu berada di mal selama 5 menit, lalu secara bertahap waktunya ditambah.
Orangtua dari anak autis harus memiliki kesabaran yang tinggi, mau mencari tahu segala macam informasi serta mau melakukan sesuatu. Namun ada 3 M yang tidak boleh dimiliki oleh orangtua lakukan yaitu marah, mengeluh dan mengabaikan. Karena mereka merupakan anak-anak titipan Tuhan bagi kita. Dan tugas kita lah untuk menjaga dan merawat mereka.

Jumat, 17 Mei 2013

PIAGE vs VYGOTSKY " PRIVATE SPEECH "


Manusia tidak pernah lepas dari bahasa. Manusia sangat membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya bahkan untuk dirinya sendiri. Sehingga perkembangan bahasa menjadi hal yang sangat penting. 
Perkataan pribadi (private speech) adalah berbicara dengan mengeluarkan suara kepada diri sendiri tanpa ada niat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Menurut Berk (1986) private speech biasanya dijumpai pada anak berusia 4-10 tahun, sebesar 20 sampai 50 persen.

1. Anak yang berusia 2-3 tahun melakukan “crib talk” , bermain dengan suara dan kata-kata.
2. Anak yang berusia 4-5 tahun menggunakan perkataan pribadi sebagai cara untuk mengungkapkan fantasi dan emosi.
3.  Anak yang berusia 6-10 tahun “ berpikir sambil bersuara” atau mengguman sesuatu yang hampir tidak terdengar.
Dua tokoh yang terkenal memiliki pendapat yang berbeda tentang private speech. Kedua tokoh tersebut adalah Vygotsky dan Piaget. Vygotsky memandang private speech secara positif berbeda dengan piaget yang memandang private speech sebagai hal yang negative. Berikut akan dibahas pandangan kedua tokoh secara satu persatu.
1.     Jean Piaget (1962-1923)
        

Piaget berpendapat bahwa:

Bahasa baru muncul ketika anak sudah mencapai tahap perkembangan yang sudah lebih maju. Sehingga menurut Piaget, perkembangan kognitif mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Menurutnya anak yang melakukan private speech adalah tanda ketidakmatangan kognitif, dimana anak masih bersikap egosentris, tidak menyadari sudut pandang oranglain, dan belum bisa berkomunikasi secara bermakna. Ia juga berpendapat bahwa seorang anak kecil hanya menyuarakan apa yang ada dipikiran mereka. Piaget juga mengemukakan bahwa anak kecil berbicara ketika mereka melakukan sesuatu karena  mereka belum bisa membedakan kata-kata dan tindakan yang diwakili oleh kata tersebut.


2.     Vygotsky (1962/1934)


 


Vygotsky berpendapat bahwa :

Vygotsky tidak melihat perkataan pribadi sebagai sesuatu yang egosentris. Menurutnya, perkembangan bahasa sangatlah penting dalam membantu perkembangan kognitif anak. Ia melihat hal ini sebagai bentuk khusus dari komunikasi yakni terhadap dirinya sendiri. Private speech ini menurutnya memiliki fungsi penting dalam peralihan antara perkataan sosial awal dan perkataan dalam diri yang mengarah ke control internal dan perilaku diri. Private speech  bertujuan untuk mengembangkan anak menjadi pribadi yang mandiri.
Private speech yang dikemukakan oleh Vygotsky ini memiliki banyak sekali kegunaan. Ketika seorang anak yang sering menggunakan private speech dalam perkembangan bahasanya, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih pandai berkomunikasi dan berinteraksi secara social dibandingkan dengan anak yang sedikit bahkan tidak pernah menggunakan private speech. Sehingga bisa dikatakan bahwa private speech merupakan transisi awal untk menjadi seseorang yang komunikatif secara social.Private speech juga mampu membantu anak dalam membentuk pribadi yang penuh perhatian serta memiliki kinerja yang bagus.
Private speech juga mampu digunakan sebagai alat dalam menyelesaikan suatu masalah bagi anak. Hal ini tampak pada anak dalam tahap kognitif pra-operasional, dimana ketika anak yang berusaha memikirkan penyelesaian suatu masalah yang dihadapinya, ia akan berpikir dengan menggunakan suara yang menujukan perkataan tersebut pada dirinya sendiri. Namun, ketika anak telah memasuki tahap operasional konkrit, private speech tidak terdengar lagi.



Jenis - Jenis Archetype.



The Innocent

Individu dengan archetype innocent adalah individu yang melihat dunia sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk hidup, mereka percaya bahwa dunia penuh dengan kebaikan dan keadilan. Oleh karena itu mereka sangat mudah percaya pada orang lain, karena merasa bahwa semua orang adalah baik. Harapan, kenaifan dan optimistik adalah ciri khas dari individu innocent, mereka sadar bahwa kebahagiaan datang dari menghidupkan hal-hal sederhana.
Jika dihadapkan pada masalah, mereka biasanya akan menghadapinya dengan berpikir positif, atau melihat sebuah masalah sebagai sebuah kesempatan. Menyelesaikan dengan strategi tradisional, misalnya mencari ahlinya untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan, sementara tetap berpegang pada kepercayaan bahwa masalah pasti terselesaikan, dan kepercayaan bahwa akan ada orang lain yang bersedia membantu menyelesaikan masalah.
Individu dengan archetype innocent cenderung memperhatikan kebaikan, apa yang dapat dipercaya dan bermanfaat dalam hidup dan dalam diri orang lain, dan mereka melupakan adanya sisi bahaya, ancaman dari orang lain, dan bagaimana sulit dan kerasnya hidup untuk orang lain.
Innocent mempunyai kecenderungan menyepelekan dan menyederhanakan masalah dan kesulitan sehingga tekadang melewatkan banyak masalah, dan hal-hal kecil yang sebenarnya penting untuk diselesaikan atau ditangani. Optimis berlebih dan sangat percaya diri bahwa sebuah masalah pasti dapat diselesaikan dengan baik, terlalu percaya dan bersandar pada orang lain, sehingga kadang membuat orang lain merasa terbebani atau bahkan mengambil kesempatan untuk mengambil keuntungan dari innocent.
Innocent biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana seseorang yang baik dapat dengan sukses bernegosiasi dengan tantangan, konflik dan masalah, dengan kombinasi antara keberuntungan, nasib baik, ketekunan, dan optimistic dalam mencapai sesuatu. Cerita-cerita tersebut biasanya dapat ditemukan dalam film, misalnya Forrest Gump.
Tipe kepemimpinan innocent adalah mereka sangat baik dalam memberikan inspirasi pada orang lain, dapat mengidentifikasi kesempatan dengan baik, mempertahankan keriangan dan semangat dalam memimpin.
Kebutuhan dasar: adalah untuk tetap mempertahankan harapan, walaupun dalam keadaan sesulit apapun. Innocent juga mempunyai kebutuhan untuk selalu dilihat baik dan positif oleh sekitar, sehingga mereka biasanya menghindari hal-hal yang dapat membuat mereka terlihat buruk, atau merugikan orang lain.

The Orphan

Individu dengan archetype orphan adalah individu yang akrab dengan masalah dan tragedi, sehingga mereka sangat terbiasa dan mengetahui dengan pasti bagaimana bertahan dari masalah, dan kekecewaan dalam hidup. Oleh karena itu mereka biasanya merasa hidup adalah tidak mudah, demikian pula hidup orang lain, sehingga mereka biasanya mempunyai empati yang tinggi akan orang-orang yang membutuhkan bantuan atau yang sama keadaannya dengan mereka.
Jika dihadapkan pada masalah, mula-mula mereka akan berpikir bahwa ini dia masalah yang memang akan selalu datang pada mereka, hal ini memicu perasaan putus asa, atau bahkan sebaliknya akan memberikan kepercayaan diri bahwa ini adalah sesuatu yang biasa terjadi sehingga orphan biasanya percaya bahwa mereka sudah sangat tanggap dalam menghadapi situasi buruk. Kemudian orphan akan mengartikulasi masalahnya dengan teliti dan jelas, menekankan bahwa ini adalah sesuatu yang harus diselesaikan karena jika tidak akan menjadi masalah yang lebih serius, dan pada akhirnya akan bekerja dan berusaha sendiri maupun dengan orang lain untuk mendapatkan perhatian dari orang yang biasa menyelesaikan masalah tersebut. Menyadari bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan, orphan akan berusaha untuk menolong orang lain dalam coping dengan masalah yang dihadapi.
Individu dengan archetype orphan cenderung berhati-hati dalam memperhatikan dan menyimpulkan karakter seseorang sebelum individu orphan tersebut meletakkan kepercayaan pada seseorang. Orphan juga mempunyai kecenderungan terlalu berhati-hati dalam melangkah karena mereka merasa semuanya bisa saja berjalan tidak baik dan menjadi masalah dan kesulitan baru, sehingga hal ini kadang membuat orphan melewatkan kesempatan-kesempatan, terutama yang berasal dari sumber yang tidak terduga, dengan cara yang tidak terduga.
Individu orphan juga mempunyai kecenderungan untuk menjadi sinis, ketakutan untuk percaya akan orang lain, karena mereka merasa terlalu sering dikecewakan oleh orang lain, hal ini membuat mereka enggan juga bersandar pada orang lain, atau mengandalkan orang lain dalam membantu dan mendukung mereka. Hal tersebut kadang membuat orphan menjadi individu yang dingin atau bertindak menyakiti orang lain karena mereka selalu mempunyai pembenaran bahwa hidup dan sekitar bukanlah sahabat.
Orphan biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana di dalamnya terdapat trauma, pengkhianatan, dan korban, sehingga dari situ akan ada seseorang yang belajar untuk terbiasa dan menghadapi masalah dan bertahan dari kesulitan. Individu orphan juga biasanya tertarik pada cerita yang berakhir tragis, dan mempunyai jalan cerita yang sinis, dalam menolong orang lain. Contoh film dengan cerita tersebut adalah Braveheart, North Country, atau Double Joepardy.
Tipe kepemimpinan orphan adalah realistis akan apa saja yang dapat diselesaikan, tidak akan menjanjikan sesuatu yang tidak mampu diselesaikan, selain itu mereka baik dalam mengidentifikasi masalah, dan menyampaikan masalah yang sedang terjadi. Sebagai pemimpin, orphan akan menjadi pemimpin yang penuh empati, namun tidak akan membiarkan mereka menggunakan alasan-alasan untuk lari dari tugas.
Kebutuhan dasar: adalah untuk mengantisipasi kesulitan sehingga dapat membuat masalah atau kesulitan itu berlalu dari hidup, dan juga kebutuhan untuk dilihat sebagai individu yang realistis, kuat dalam bertahan menghadapi masalah apapun, sehingga biasanya orphan sangat menghindari kesan naïf dalam diri dan kesan rentan akan dimanfaatkan dan ditipu.


The Warrior

Individu dengan archetype warrior adalah individu yang berusaha untuk menunjukkan apa artinya dan bagaimana jika seseorang mempunyai keberanian sejati, dan kemauan. Biasanya orang-orang dengan archetype warrior mempunyai atau berkeinginan untuk mempunyai kemampuan untuk membela idealisme yang dianut, untuk membela diri sendiri, sesama, dan melakukan apapun untuk sukses, terlepas dari perasaan takut dan lelah yang harus dihadapi, seorang warrior akan berusaha mencapai tujuan tersebut. Warrior sangat menikmati kompetisi.


Jika dihadapkan pada masalah, warrior akan langsung menghadapi masalah tersebut, dan melakukan pembelaan, dalam melihat sebuah masalah, warrior mempunyai kecenderungan untuk mengidentifikasi musuh atau antagonis yang dilihat sebagai penyebab masalah, dan warior akan merencanakan untuk mengalahkan musuh tersebut dengan mengembangkan strategi.
Individu warrior mempunyai kecenderungan untuk memperhatikan adanya ketidakadilan, tantangan, dan antagonis di sekitarnya, serta mengunakan strategi untuk mencapai tujuan, dan mengevaluasi kelemahan dalam diri atau situasi tersebut. Kelemahan yang kadang mucncul adalah warrior biasanya tidak dapat mengidentifikasi bakat dan kontribusi dari orang-orang yang di mata individu tersebut adalah orang lemah, atau inferior. Individu warrior juga cenderung melihat dunia ini sebagai sesuatu yang hitam atau putih, mereka menghindari wilayah abu-abu, dan melihat orang lain yang berbeda pendapat sebagai seseorang yang salah atau negatif.
Dikarenakan individu warrior sangat menikmati kompetisi, mereka mempunyai kecederungan terperangkap dalam kompetisi, sehingga semua situasi dianggap kompetisi yang harus dimenangkan, hal ini terkadang membuat individu melupakan batas diri, sehingga terjadi kelelahan, kesulitan untuk memperhatikan diri, mungkin dikarenakan individu warrior menghindari diri untuk menyadari adanya kelemahan, kebutuhan, dan batas.
Warrior biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana jelas antara kekalahan dan kemenangan, adanya kompetisi dalam mencapai kemenangan, bentuk kompetisinya dapat berupa olahraga, transaksi bisnis, perang, dan lain-lain. Warrior juga tertarik pada plot cerita dimana figur pahlawan membela yang lemah, menyelamatkan yang lemah atau menyelesaikan sebuah masalah yang besar dan pelik. Contoh film dengan plot cerita diatas misalnya Superman, Saving Private Ryan, Rocky.
Tipe kepemimpinan warrior adalah selalu memastikan adanya tujuan akhir atau gol dan bagaimana implementasinya dalam pencapaian gol tesebut, memotivasi tim untuk memberikan yang terbaik.
Kebutuhan dasar: adalah berkompetisi, orientasi tujuan atau berjuang dan berkemauan mencapai tujuan dengan mengembangkan strategi, menghindari kekalahan, atau menjadi pengecut, berjuang memberikan yang terbaik dari diri. Warrior selalu ingin dilihat sebagai seseorang yang kuat, kompeten, berkemauan dan terkontrol, serta mereka menghindari untuk terlihat lemah, dan rapuh.

The Caregiver
Individu dengan archetype caregiver adalah individu penuh dengan cinta dan kepedulian dalam membantu sesamanya, individu dengan archetype ini melihat sesamanya dengan sisi kebaikan, menyayangi, dan memaafkan. Mereka biasanya membuat dunia menjadi tempat lebih aman dan lebih nyaman untuk semua orang. Dalam relasinya dengan orang lain, mereka cenderung berperilaku seperti orang tua yang penyayang, membuat lingkungan yang sehat, aman dan nyaman untuk sesama. Dalam menolong, caregiver memberikan yang terbaik sehingga terkadang mereka melupakan batas diri mereka, menyepelekan kondisi fisik mereka untuk menolong sesama. Keinginan menolong mereka yang tinggi, kadang mengakibatkan ketergantungan dari korban.

Jika dihadapkan pada masalah, caregiver akan focus untuk mencari siapa korban yang terluka, dan akan melakukan apapun yang dapat dilakukan untuk menolong si korban. Biasanya mereka akan menyediakan kenyamanan dan bimbingan emosi, menenangkan, membimbing, dan membangun situasi dan hubungan yang terpelihara dan nyaman.
Individu dengan archetype caregiver cenderung memperhatikan masalah-masalah dan isu-isu yang berkenaan dengan kehidupan emosional dan fisik, misalnya kemiskinan, kesehatan masyarakat, dan bagaimana manusia saling menyakiti satu sama lain. Mereka akan segera mengambil tindakan atas masalah dan isu tersebut, memfokuskan diri pada stretegi dan sumber-sumber yang bisa memberikan bantuan dalam jumlah besar. Kecenderungan negatif dari caregiver adalah biasanya mereka dapat menggunakan control manipulatifnya untuk membuat orang melakukan apa yang terbaik menurut caregiver tersebut.
Caregiver biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana seseorang yang baik dan memberi, menunjukkan keroyalannya dalam membantu dan membuat perbaikan yang nyata dan besar, dan dimana pada akhirnya orang-orang akan kembali menunjukkan rasa syukur dan terima kasih mereka pada caregiver tersebut. Atau cerita dimana caregiver belajar menyeimbangkan antara kepedulian pada diri sendiri dan pada orang lain. Contoh dari cerita-cerita tersebut dapat dilihat pada film Mother Theresa, Pay It Forward, atau World Trade Center.
Tipe kepemimpinan caregiver adalah mereka mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam menjaga siapapun yang mereka pimpin, mereka mempunyai kemampuan natural untuk memberikan servis terbaik, karena rasa menyayangi dan peduli akan orang lain, karena itu caregiver akan sangat mudah memenangkan kepercayaan dari berbagai pihak.
Kebutuhan dasar: adalah dilihat sebagai seseorang yang royal, peduli, dan baik, menghindari untuk terlihat egois, dan mementingkan diri sendiri. Mengekspresikan rasa sayang, peduli, menolong, memelihara, dan membuat perubahan yang baik bagi sesamanya.

The Seeker
Individu dengan archetype seeker adalah individu yang mandiri, berjiwa petualang, dan senantiasa mengetahui bagaimana memenuhi keinginan dirinya, selalu mencari pengalaman baru, menguji batas diri atas apa yang mungkin ditemukan dan dilakukan. Biasanya seeker menghindari konformitas, mencari identitas dan jati diri sesungguhnya dari diri, dan berusaha memaksimalkan potensi diri, berambisi, apapun tujuan yang ingin dicapai, seeker akan mengutamakan pengembangan diri, dan penemuan diri dalam mencapai tujuan tersebut.
Jika dihadapkan pada masalah, seeker mempunyai kecenderungan untuk lari meninggalkan masalah mereka. Namun seeker adalah individu yang baik dalam mengamati sekitar dan mencari ide-ide baru, atau pendekatan-pendekatan dalam menyelesaikan masalah tersebut, memberikan solusi baru yang berbeda dalam menyelesaikan sebuah masalah.
Individu seeker mempunyai kecenderungan untuk menghindari komitmen dan menjadi terikat, karena keinginan untuk bebas dan mandiri. Dalam kelompok, seeker terfokus untuk menjadi berbeda, sehingga dalam usaha menghindari konformiti terkadang seeker dapat melangkah terlampau jauh, sehingga dipandang sekitar menjadi seeorang yang eksentrik, kadang tidak sesuai, beberapa dari mereka kadang dapat berakhir sendiri dan kesepian, karena keinginan untuk menjadi berbeda dan unik.
Seeker biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana terdapat petualangan, perjalanan dari seorang petualang, yang dalam petualangan tersebut menemukan sesuatu yang berbeda, diluar bayangan. Cerita dimana petualang tersebut menikmati perjalanannya, dan pada akhirnya petualang tersebut menemukan sesuatu yang baru, dan juga menemukan jati dirinya dan menjadi orang yang lebih baik, dan bahkan menularkan sesuatu yang positif pada orang-orang yang ditemui sepanjang perjalanan. Contoh cerita-cerita tersebut dapat ditemukan dalam film Indiana Jones, Da Vinci Code, King Arthur dalam pencarian cawan.
Sebagai seorang pemimpin, seeker adalah seorang individu yang sangat mandiri, dan individualis, berjiwa petualang, sehingga bersedia menerima dan mencoba ide-ide baru, juga memberikan orang lain privasi dan otonomi selama itu tidak disalahgunakan dan tetap menunjukkan hasil.
Kebutuhan dasar: adalah mencari sesuatu yang baru, unik, dan eksotis, terus melihat jauh ke depan, menemukan apa yang belum terpuaskan dalam diri, dan menjadikan ketidakpuasan itu sebagai motivasi, dan bekal untuk melanjutkan petualangan mencari hal-hal baru. Kebutuhan untuk menjadi unik, berbeda dan tidak biasa.
  

The Lover
Individu dengan archetype lover adalah individu yang penuh dengan cinta untuk orang lain dalam hidupnya, membalas afeksi sesama dengan cinta yang lebih, dan menikmati kegiatan-kegiatan menyayangi dan berbagi cinta, baik terhadap anak-anak, hewan, keindahan, maupun benda. Lover juga sangat pandai dalam menciptakan suasana yang romantis, dan indah, dimana situasi dan suasana menjadi terasa spesial.

Lover berbeda dengan caregiver, karena cinta dan sayang yang diekspresikan oleh lover adalah rasa cinta dan sayang terhadap sesama terlepas dari apakah orang tersebut membutuhkan atau tidak, bukanlah rasa cinta dan sayang terhadap seseorang yang membutuhkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa caregiver cenderung menuangkan rasa sayangnya kepada orang yang dianggap membutuhkan.
Jika dihadapkan pada masalah, lover akan memberikan perhatian pada kualitas dari hubungan, bagaimana sebuah hubungan telah dihadapkan pada situasi yang buruk, dan lover biasanya akan mencari cara bagaimana untuk memperbaiki hubungan tersebut dengan komunikasi, atau membantu sebagai pendengar apa yang mengganggu sebuah hubungan, kemudian akan kembali berusaha mengembalikan hubungan yang baik. Selain itu biasanya lover juga cenderung membuat orang yang sedang menghadapi masalah untuk menjadi seseorang yang lebih menarik, dan lebih baik, karena lover percaya bahwa semua masalah dapat dipecahkan jika saja orang dapat membuka hati mereka, kembali bergaul dan mencintai lebih lagi.
Individu dengan archetype lover cenderung memperhatikan orang, obyek, aktivitas, seting, maupun pengalaman yang membutuhkan dan menimbulkan cinta, gairah, dan sensualitas, biasanya sesuatu yang indah, romantis, artistik, dan sesuatu yang memiliki kualitas. Biasanya ada kecenderungan dimana lover akan melewatkan sesuatu yang hanya mempunyai daya guna, namun tidak indah, anggun, maupun mempesona. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pengasingan terhadap sesuatu yang dianggap tidak cantik, dan tidak indah, di lain pihak, lover akan memfavoritkan hal-hal tertentu saja.
Lover biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita cinta, dengan plot romantis, yang berkenaan dengan komitmen, atau pengorbanan atas cinta dan komitmen. Contoh film-film tersebut misalnyaCasablanca, Chocolate, Titanic.
Tipe kepemimpinan lover adalah karismatik, penuh gairah atas apa yang dipimpinnya, jika lover mencintai pekerjaannya maka akan timbul antusiasme yang besar, sehingga orang yang dipimpinnya akan terpicu untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan kepuasan atas pekerjaan tersebut. Pemimpin dengan archetype lover juga pandai untuk membuat tim menjadi solid, dan berteman.
Kebutuhan dasar: adalah mengekspresikan cinta, melihat semua hal dengan kacamata cinta, dilihat sebagi individu yang menarik secara fisik dan dalam segala aspek, sehingga dicintai banyak orang.

The Destroyer
Individu dengan archetype destroyer adalah individu yang mengerti bagaimana mengatasi sebuah kehilangan dengan kerelaan, dan kembali maju melanjutkan hidup. Individu dengan archetype ini juga tanpa kesulitan yang teramat, dapat menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan lama, aktivitas-aktivitas lama yang dianggap sudah tidak produktif atau memenuhi lagi. Dengan kata lain, individu dengan archetype destroyer adalah individu yang mengerti kapan harus melepaskan sesuatu, mengambil tindakan keras untuk mengakhiri sesuatu, meniupkan peluit ketidakadilan, dan memusnahkan sesuatu yang dianggap sudah tidak produktif dan berguna lagi.
Jika dihadapkan pada masalah, terutama yang menghancurkan, dan membutuhkan kerelaan untuk melepas, pertama-tama destroyer juga merasakan ketakutan dan kebingungan, memicu pertanyaan-pertanyaan mendalam dan mendasar mengenai sebuah masalah. Namun, biasanya individu destroyer pada akhirnya akan mencoba mengeluarkan kebijaksanaan atas apa yang terjadi, untuk mengubah sesuatu yang bisa dirubah dan menerima sesuatu yang tidak dapat dirubah, membuka diri atas perubahan lewat pengalaman baik pengalaman baik maupun pengalaman buruk. Jika destroyer mengidentifikasi ada yang salah, maka mereka biasanya cenderung akan mengambil alih peran untuk membuat perubahan, kadang individu ini juga merasa ingin mempertahankan sesuatu, namun hal tersebut dipertimbangkan ulang dan jika dianggap lebih baik melepaskan, individu ini akan memilih untuk melepaskan.
Individu dengan archetype destroyer cenderung memperhatikan sesuatu yang berkenaan dengan krisis dan masalah yang ditunda, bagaimana mereka biasanya akan membuat strategi untuk mencapai keseimbangan, dan tidak menunda dalam penyelesaian masalah terutama yang berkenaan dengan melepaskan dan perubahan. Destroyer juga mempunyai kecenderungan untuk membuat pembenaran atas pelanggaran norma yang dilakukan, merasionalisasikan segalanya, hal ini dapat menyakiti orang lain, merusak sesuatu, dan berefek buruk pada orang banyak, jika kesulitan mengkontrol drorngan impulsive dalam diri.
Destroyer biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana terjadi tranformasi dikarenakan penderitaan, mematahkan aturan dan norma untuk kebaikan, dan film-film revolusioner. Contoh film-film tersebut adalah Robin Hood, Zorro, Ghandi. Dan juga film-film dengan visualisasi kekerasan, destruktif, adegan pengejaran, ledakan, dan tabrakan, misalnya film Mission Imposible, independence day, dan film action lainnya.
Tipe kepemimpinan destroyer adalah mempunyai kemampuan yang baik dalam reorganisasi sebuah kelompok atau organisasi, mengakhiri program yang tidak menghasilkan, memecat karyawan yang tidak produktif.
Kebutuhan dasar: adalah menyelesaikan masalah dan membiarkan hal tersebut lewat menjadi masa lalu, membuat perubahan dari sebuah masalah yang dihadapi. Individu dengan archetype destroyer biasanya ingin dilihat sebagai seseorang yang kuat, sehingga biarpun sedang mengalami masa sulit, biasanya destroyer tidak akan berbagi dengan orang lain, dan akan menyimpannya sendiri.

The Creator
Individu dengan archetype creator adalah individu yang penuh dengan imajinasi dan aspirasi, dan kemampuan diri creator biasanya mendukung individu dengan archetype creator untuk merealisasikan imajinasi, kreatifitas, dan aspirasinya dengan kemudahan. Individu ini biasanya mempunyai saat-saat dimana ide mengalir begitu saja, dan kreatifitas menjadi hal yang tidak sulit dan tanpa usaha untuk dikeluarkan dalam menghasilkan sesuatu. Individu ini juga biasanya mempunyai selera estetik yang berkembang dengan baik, dan dikelilingi oleh benda-benda yang mencerminkan selera tersebut sebagai bentuk ekspresi diri. Melihat hidup sebagai pekerjaan seni, dimana creator akan menghindari hal yang biasa, dangkal, dan akan memenuhi kepuasan diri dengan caranya, walaupun dengan cara tersebut kadang tidak dimengerti oleh orang lain.
Jika dihadapkan pada masalah, creator akan mencari inspirasi secara garis besar bagaimana untuk meredakan masalah tersebut, memutuskan apa yang harus dibuat untuk mengembalikan semua ke keadaan yang baik, atau harus memilih langkah inovatif lainnya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Atau cara lainnya adalah mengubah fokus diri dari masalah dengan mengambil proyek atau pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, sementara memegang kepercayaan bahwa jawaban dari masalah akan datang dengan proses, sehingga selama proses tersebut, biarkan creator menghasilkan sesuatu dengan kemampuannya.
Individu dengan archetype creator cenderung memperhatikan kebutuhan untuk penemuan baru atau interpretasi atas sebuah hal yang sulit dimengerti. Creator juga focus kepada sumber-sumber yang dapat membantu meningkatkan keahlian creator dalam inovasi dan kreatifitas. Individu creator juga biasanya kritis dalam melihat sesuatu, dapat dengan mudah menemukan kekurangan akan suatu hal di diri sendiri maupun di orang lain atau di sebuah masalah, yang terkadang membuat perasaan kurang puas, kurang percaya pada sumber lain, dan dengan hidup.
Creator biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana menceritakan kehidupan dan penemuan akan sesuatu, misalnya cerita kehidupan seorang artis, penemu, atau pengusaha dimana dengan imajinasi mereka menciptakan sesuatu yang dikagumi. Cerita-cerita demikian biasanya ditampilkan dalam biografi seseorang atau film yang menceritakan kisah hidup seseorang, misalnya: Catch Me If You Can. Tipe kepemimpinan creator adalah individu yang berjiwa pengusaha, inovatif, dan tidak terikat pada norma atau aturan keras dan ekstrim lainnya.
Kebutuhan dasar: adalah merealisasikan sesuatu yang inovatif, dari kreatifitas dan inspirasi diri, menciptakan sesuatu untuk diri sendiri, maupun orang lain. Terlihat sebagai seseorang yang praktikal, dan dipercaya mempunyai kemampuan untuk membuat sesuatu yang dibutuhkan dunia. Jadi biasanya creator akan menghindari melakukan sesuatu yang tipikal, dan biasa.

The Ruler
Individu dengan archetype ruler adalah individu yang akan mengambil alih sesuatu hal jika dilihat sesuatu telah berantakan dan tidak terkontrol, sehingga individu mengambil kontrol atas situasi tersebut. Seperti pemimpin yang baik, ruler akan mengutamakan apa yang baik untuk orang-orang yang mengikutinya, mengembangkan rasa tanggung jawab diri dalam menciptakan kondisi yang menguntungkan setiap orang. Mereka biasanya percaya bahwa sistem masyarakat yang teratur dan sehat tidak terjadi begitu saja, butuh seseorang yang bersedia bertanggung jawab atas terciptanya hal tersebut. Ruler tidak saja bersedia menjadi orang tersebut, namun juga mengumpulkan orang lain dan membimbing serta melatih mereka untuk membantu individu tersebut dalam mewujudkan keteraturan sistem yang tidak terkontrol.
Jika dihadapkan pada masalah, ruler akan mencoba menyelesaikan masalah sesuai dengan aturan, prosedur, dan sistem yang berlaku, tidak hanya berpikir bahwa masalah tersebut harus diselesaikan, namun juga masalah yang serupa dan juga menghindari terjadinya masalah serupa di masa yang akan datang. Sebagai penanggung jawab, ruler akan memonitor jalanannya penyelesaian masalah, dan juga menghindari terjadinya situasi yang lebih rumit dan lebih buruk terutama dikarenakan orang-orang yang dipimpinnya.
Individu dengan archetype ruler tahu bagaimana menggunakan status, tampilan dan prestise untuk mengintensifkan kekuatannya dan sebagai hasilnya, individu sangat memperhatikan bagaimana tampilan individu dihadapan orang lain dan dalam konteks yang pantas (sebagai contoh, tidak berpakaian berlebihan pada saat mengunjungi program untuk orang miskin). Individu mungkin gagal untuk mendeteksi masukan yang penting dari orang-orang yang memiliki status yang rendah atau bahkan yang tidak mempunyai status. Ruler juga dapat salah menginterpretasikan perbedaan opini sebagai ancaman terhadap kekuatan mereka, dan menaruh banyak aturan pada tempat yang mereka ciptakan.
Ruler biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana terdapat konflik dimana seseorang menerima atau menyangkal tanggung jawab untuk membangun atau menangani sebuah kerajaan, seperti misalnya Lion King, atau Elizabeth. Ruler menyadari bahwa menerima beban untuk mengurus sebuah keluarga, organisasi, atau kelompok adalah sebuah tanggung jawab yang besar, oleh karena itu sangat menikmati pembelajarn dari kisah kepemimpinan sukses orang lain. Di sisi lain ruler juga menikmati kisah dimana terjadi pengambil alihan sebuah kerajaan yang sedang dalam perpecahan, membuat kerajaan tersebut menjadi kembali damai dan harmonis.
Sebagai pemimpin, ruler sangat baik dalam meletakkan struktur, aturan, dan prosedur pada wilayahnya sehingga lebih teratur dan efisien. Individu dengan archetype ruler juga baik dalam jaringan sosialisasi, dan proses penyelesaian sebuah proyek. Individu ini baik dalam tanggung jawab sekalipun dihadapkan pada tugas atau situasi yang tidak menyenangkan.
Kebutuhan dasar: adalah mengambil alih dan kontrol, serta menyelesaikan sebuah masalah atau proyek. Individu ruler ingin dilihat sebagai individu yang dapat memimpin secara natural, dimana pada akhirnya orang-orang akan dengan sukarela menjadi pengikut, menghindari diri supaya terlihat lemah, dan rapuh, dan menghindari melakukan sesuatu yang terlalu tegas atau keras.

The Magician
Individu dengan archetype magician adalah individu yang karismatik, dan mempunyai kemampuan natural seakan-akan dapat menyembuhkan dan menenangkan sesuatu yang terpecah belah, menyatukan orang-orang di balik sebuah visi yang sama, dan visi tersebut masih dalam batasan real. Individu magician percaya bahwa struktur kesadaran yang memegang kendali atas apa yang terjadi dalam hidup, biasanya sangat memegang teguh pada kesadaran diri, doa, meditasi, dan metode tertentu lainnya dalam mempertahankan dan mencapai tujuan diri. Pada dasarnya, individu magician percaya bahwa kejadian buruk mungkin saja dialami atau diketahui oleh manusia, yang terpenting adalah bagaimana manusia dengan kecerdasannya mencoba mengerti dengan cara menyeimbangkan antara pikiran, alam, dan roh.
Jika dihadapkan pada masalah, hal pertama yang akan dilakukan oleh individu ini adalah mengubah cara bersikap, memperluaskan prespektif diri, dan menyesuaikan sikap diri untuk menciptakan efek yang dapat mengubah keseluruhan sistem. Individu ini juga biasanya langsung menggambarkan situasi atas sebuah masalah, dan memikirkan bagaimana caranya untuk membantu dengan solusi selama solusi tersebut dipercaya tulus dan baik, maka magician percaya masalah akan dapat diselesaikan.
Individu dengan archetype magician cenderung memperhatikan hal-hal kecil, dan kebetulan kemudian memberikan arti pada kejadian tersebut. Individu ini juga tertarik pada bagaimana sesuatu terjadi secara metafisika atau spiritual dan juga menurut prespektif sains. Terkadang hal ini membuat individu terlihat melewatkan sesuatu yang nyata, dan terlihat kehilangan akal sehat karena ketertarikannya pada prespektif spiritual.
Individu magician juga mempunyai kecenderungan untuk percaya terlalu berlebih pada hal-hal spiritual karena keinginan mereka untuk mempunyai sebuah kekuatan spiritual dan magis. Magician juga biasanya dapat menggunakan karismanya untuk memanipulasi orang lain dan menyenangkan orang lain dengan ekspektasi yang berdasarkan kepercayaan dan prespektif spiritual yang dipercaya oleh magician.
Magician biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana terdapat cerita atau dongeng magis dimana terdapat kekuatan kekuatan magis yang digunakan untuk menaklukkan kejahatan atau mengubah situasi. Cerita-cerita seperti ini dapat ditemukan di film-film sepeti Harry Potter, tokoh Gandalf dalam Lord Of The Ring, atau tokoh Merlin dalam Camelot Legends. Individu magician juga menikmati cerita-cerita dimana terdapat individu dengan tugas membawa keajaiban, atau tugas-tugas yang membantu orang banyak, sehingga mereka terisolasi, namun akhirnya menemukan cintanya atau komunitasnya, seperti contoh cerita Chocolate, dan Amelie.
Tipe kepemimpinan magician adalah mempunyai kemampuan untuk memberikan energi pada orang lain dengan cara menginspirasikan mereka untuk jujur dan mengetahui apa mimpi dan tujuan terdalam dan sejati yang ada dalam diri, dan bagaimana bekerja sama untuk mengeluarkan mimpi dan tujuan tersebut menjadi nyata, seperti contoh tokoh Martin Luther King Jr.. Individu magician juga baik dalam mempertahankan fleksibilitas dari struktur dan perilaku tanggung jawab dan respon dari bawahannya. Individu dapat membentuk kerjasama yang sinergis dimana keseluruhan lebih baik daripada beberapa.
Kebutuhan dasar: adalah mempunyai visi, dan bekerjasama bagaimana mewujudkan visi tersebut menjadi realitas. Individu Magician selalu ingin dilihat sebagai individu yang berkarisma dan mempunyai visi, namun juga sedikit misterius dan tidak tertebak.

The Sage
Individu dengan archetype sage adalah individu yang tidak hanya mempunyai banyak pengetahuan, namun juga bijaksana, individu ini mempunyai rasa keingintahuan dan senang sekali memikirkan sesuatu, berjuang untuk memberikan opini pada suatu hal dengan meminimalisir bias diri atas opini tersebut, berusaha sebaik mungkin untuk menjadi obyektif dan seadil-adilnya dalam melihat dan memikirkan sesuatu. Motivasi yang mendasari individu ini adalah kelaparannya atas kebenaran. Individu ini sangat tanggap melihat suatu pola yang terjadi dari sebuah kejadian atau hal, mereka sadar dan memperhatikan jika terjadi kesalahan atau hilangnya sebuah logika, atau alasan yang mendasari sebuah hal. Individu ini menyadari bahwa kebenaran tidak akan dapat diketahui secara keseluruhan, namun mereka tetap berjuang mencari kebenaran yang relatif, individu ini juga biasanya mempunyai pembawaan yang tenang dan tidak sembrono.
Jika dihadapkan pada masalah, sage akan mencari tahu bagaimana orang lain menyampaikan masalah tersebut, berdasarkan hal tersebut sage akan mencari tahu bagaimana proses terbaik yang mungkin dapat digunakan untuk memikirkan masalah tersebut supaya terpecahkan, mencari jawaban, dan akhirnya mangambil langkah penyelesaian. Setelah itu sage akan melihat kembali proses penyelesaian tersebut dann melakukan evaluasi.
Individu dengan archetype sage cenderung lambat dalam memberikan respon terhadap sebuah situasi, kecuali situasi darurat, karena sage sadar adalah sangat beresiko saat seseorang mengambil tindakan tanpa dipikirkan dan dipertimbangkan dahulu dengan lebih matang. Secara natural, sage sangat menyukai konsep berpikir dan penemuan ide, sehingga sage cenderung tidak tertarik pada hal-hal yang tidak mengandung intelektualitas.
Sage biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita yang dimulai dengan fakta-fakta atau kejadian-kejadian yang memancing rasa ingin tahu atau keadaan yang belum jelas sama sekali. Kemudian muncul sisi bijaksana dari dalam diri tokoh utama yang pada akhirnya menemukan kebenaran. Oleh karena itu biasanya sage menyukai kisah-kisah misteri, biografi, dan sejarah, yang di dalamnya terdapat proses penemuan. Selain itu sage juga tertarik dengan cerita-cerita dimana tokoh utama adalah seorang pengajar yang memberikan pengaruh melalui pengajaran, bimbingan, atau pemberitahuannya kepada generasi selanjutnya.
Tipe kepemimpinan sage adalah tipe analisa, perencana, evaluasi, dan membuat keputusan terencana yang baik, saat yang lainnya panik, sebagai pemimpin sage tetap dapat bertindak hati-hati, menangkap gambaran besar, berpikir jauh ke depan, dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Sage mempunyai kemampuan untuk membawakan ketenangan dalam suasana panik, dan dibawah kepemimpinan sage, semua kejadian berjalan maju ke depan, terukur dengan baik, dan disadari dengan baik bahwa hal yang benar telah dilakukan dengan jalan yang benar.
Kebutuhan dasar: adalah memenuhi keingintahuannya yang besar atas sebuah kebenaran, memberikan opini dan cara pandangnya atas sesuatu. Selain itu sage juga ingin dilihat sebagai individu yang pintar, dan tanggap dalam mempersepsikan sesuatu, sehingga sage menghindari untuk terlihat tidak peduli terhadap sesuatu.

The Jester
Individu dengan archetype jester adalah individu yang selalu terlihat senang, lucu, dan menyenangkan jika jester ada di sekitar, jester biasanya yang memicu suasana senang terjadi dalam hidup untuk orang-orang sekitar. Mengajarkan pada orang-orang bagaimana untuk menikmati waktu sekarang, menjadi senang, dan menikmati hidup, walaupun sedang dalam situasi sulit dan tegang. Sementara orang-orang mengalami rasa takut dan cemas akan perubahan yang harus mereka hadapi dalam hidup, jester merasakan adanya rasa senang dan semangat yang teramat sangat atas perubahan tersebut. Jester biasanya menyampaikan sesuatu dengan humor, karena Jester sangat menikmati dan puas jika membuat orang lain tertawa, namun terkadang untuk keadaan tertentu, hal tersebut tidak dapat diterima oleh orang lain.
Jika dihadapkan pada masalah, Jester berpikir dari luar kotak, mempunyai trik-trik dan manuver-manuver bagaimana membuat orang lain membantu jester untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun dalam diri jester, individu juga mencari jalan untuk menghadapi masalah tersebut, namun biasanya jalan tersebut adalah jalan yang menyenangkan hati individu, misalnya memesan makanan favorit supaya dapat bekerja semalaman suntuk.
Individu dengan archetype jester cenderung memperhatikan bagaimana tetap bersenang-senang di situasi yang berbeda-beda, cara pintar bagaimana membuat halangan menjadi tidak berat di mata individu, dimana akhirnya jester membuat hal tersebut menjadi cerita hidupnya yang lucu dan menjadi cerita pengalaman yang menyenangkan dan menarik. Di lain pihak, Jester mempunyai kecenderungan untuk menjadi individu yang tidak pernah menanggapi segala sesuatu secara serius, bahkan mimpi mereka, karena terdapat kecenderungan untuk tidak bertanggung jawab dan kurang serius.
Jester biasanya menyukai dan menikmati cerita-cerita dimana cerita tersebut penuh dengan permainan, humor, kelucuan, dan menyenangkan. Sebagai badut natural, jester menikmati kisah-kisah yang ringan, mengundang tawa dan terkadang juga satir. Contoh cerita dimana tokoh utama adalah badut yang dicintai banyak orang, namun sukses melewati sebuah masalah atau menolong orang dengan trik-trik fisik dan psikis yang mengundang tawa. Cerita tersebut misalnya Home AlonePatch Adam.
Tipe kepemimpinan jester adalah baik dalam menyelesaikan kontradiksi, dan masalah dalam sebuah sistem, namun jester tidaklah merasa nyaman menyadari bahwa dirinya adalah pemimpin. Sehingga karena hal ini biasanya jester mempunyai kecenderungan untuk mengabaikan bawahan, dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.
Kebutuhan dasar: adalah bagaimana menyenangkan hidup dan orang lain, membuat susanan lebih hidup dan penuh dengan humor. Jester ingin dilihat sebagai individu yang menyenangkan, lucu, sehingga individu jester menghindari untuk terlihat membosankan.