Selasa, 15 Oktober 2013

Peranan Keluarga, Sekolah dan Masyarakat dalam Mengembangkan Kreativitas



Peranan Keluarga Dalam Mengembangkan Bakat dan kreativitas Anak
Dalam keluarga kecil kami, saya adalah anak ke tiga dari empat bersaudara. Saya memiliki kedua orangtua yang sangat menyayangi kami anak-anak mereka. Saya memiliki dua orang kakak perempuan yang sudah bekerja dan merantau dan satu orang adik laki-laki yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Kami empat bersaudara lumayann dekat satu dengan yang lain dan selalu cerita maslah kami satu sama lain. Orangtua kami termasuk orangtua yang tidak mengekang kami anak-anaknya dan membiarkan kami memilih namun harus bisa bertanggung jawab dalam pilihan yang kami ambil.

Teori Pengembangan Kreativitas ( creativity Intersection )

Dalam membantu anak mewujudkan kreativitas mereka, anak perlu dilatih dalam keterampilan tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat atau talenta mereka. Keberhasilan kreatif adalah persimpangan (intersection) antara keterampilan anak dalam bidang tertentu (domain skills), keterampilan berpikir dsn bekerja kreatif dan motivasi intrinsic, dapat juga disebut dengan motivasi batin)

A. PERANAN KELUARGA 

Karakteristik Keluarga yang Kreatif
Penelitian Dacey
    Dacey pada tahun 1989 melakukan penelitian di Inggris terhadap kehidupan keluarga.
Kesimpulan yang ditarik dari studi ini :
            # Faktor Genetis Vs Lingkungan
               Cara asuhan orangtua dan iklim keluarga mempengaruhi kreativitas anak untuk berada di atas rata-rata dalam prestasi kreatif. Untuk factor ini saya setuju Karena dari cara asuhan orangtua kami anak-anaknya dapat belajar bertanggung jawab dan berdisiplin serta belajar kreatif baik dalam masalah yang kami hadapin atau sesuatu yang ingin kami lakukan kedepan.
            # Aturan Perilaku
               Orangtua dari remaja kreatif tidak banyak menetukan aturan perilaku didalam keluarga. Keluarga saya tidak terlalu banyak memberikan peraturan yang banyak kepada kami. Orangtua saya lebih mengharapkan tanggung jawab kepada diri kami sendiri. Dan ada akhir dimana orangtua kami melakukan evaluasi akhir kepada kami apa yg baik atau buruk yang telah kami lakuakn. Jika itu baik maka lakukan dan jika itu buruk maka jangan dilakukan lagi.
            # Tes Kreativitas sebagai Prediktor Prestasi Kreatif Remaja
               Banyak tes kreativitas yang kurang absah dalam pengukuran kreatif pada remaja. Perlu diingat bahwa kreativitas merupakan “trait” yang relatif kurang stabil, terutama pada masa remaja.
            # Masa Kritis
               Ketika remaja merasa bahwa mereka sedang berada dalam masa kritis hidupnya maka mereka dapat berpikir lebih imajinatif dan berani mengambil resiko dalam bertindak. Ini mungkin saya alami ketika saya menghadapi masalah dirumah yang harus saya hadapin.
            # Humor
               Bercanda, berolok-olok, dan memperdayakan sebagai lelucon biasanya terjadi pada keluarga kreatif. Keluarga saya termasuk keluarga yang humoris dan suka bercanda. Terutama ayah kami.
            # Ciri-ciri Menonjol Lainnya
               Bertentangan dengan pendapat stereotype, anak-anak kreatif melihat dirinya mudah bergaul dengan orang lain dan menilai tinggi ciri ini. Untuk factor ini saya termasuk anak yang introvert dan sulit bergaul dengan orang baru.
            # Perumahan
               Kebanyakan dari keluarga kreatif menempati rumah yang jauh berbeda dari rumah-rumah oranglain. Biasanya didalam rumah dekorasinya dengan koleksi yang langkah.
            # Pengakuan dan Penguatan pada Usia Dini
               Kebanyakan anak kreatif mengatakan bahwa mereka merasakan mendapat dorongan kuat dari orangtua mereka. Orangtua saya merupakan orangtua yang selalu mendukung anaknya untuk berprestasi dan selalu memberikan motivasi dan pujian kepada anaknya.
            # Gaya Hidup Orangtua
               Kebanyakkan orangtua dari keluarga kreatif dapat menceritakan salah satu aspek dari kehidupan merekayang tidak biasa.
            # Trauma
               Anak kreatif lebih banyak mengalami trauma dari anak biasa. Untuk trauma yang mendalam saya belum pernah menghadapinya.
            # Dampak dari Sekolah
               Sekolah ataupun guru membantu siswa dalam meningkatkan kreativitas anak namun, dalam studi ini jarang ditemukan. Mungkin jarang namun saat saya duduk di bangku SMP saya sangat suka menggambar dan guru SMP kami dengan senang hati selalu mengajari kami dan menyediakan waktu khusus bagi anak-anak yang mau belajar lebih dalam tentang cara melukis.
            # Bekerja Keras
               Kreativitas lebih banyak merupakan hasil dari kerja keras. saya setuju dengan factor ini karena segala upaya berpikir kreatif yang saya dapatkan dan lakukan biasanya saya lakukan dengan kerjakeras.
            # Dominasi lateral
               Beberara teorikus berpendapat bahwa kekidalan lebih banyak ditemukan pada pribadi-pribadi kreatif.
            # Perbedaan Jenis Kelamin
               Gender dari sample remaja tidak menunjukan ada perbedaan yang nyata dalam nilai kreativitas.
            # Penilaian orangtua Mengenai Kreativitas Anak
               Penilaian dari orangtua dan saudara adalah salah satu hal yang saya lakukan sbelum saya memperlihatkan produk kreativitas saya kepada orang lain.
            # Jumlah Koleksi
               Makin tinggi kreativitas remaja, makin banyak jumlah koleksi mereka.

 Hubungan Antara Latar Belakang Keluarga dan Kinerja Anak

Pada umumnya tampak bahwa makin tinggi tingkat pendidikan orangtua, makin baik prestasi anak. yang menarik bahwa pendidikan ibu lebih jelas dan positif hubungannya dengan prestasi anak dibandingkan pendidikan ayah. Saya kurang setuju dengan pernyataan ini karena menurut saya ayah saya lebih banyak memodeling pribadi yang kreatif dibandingkan dengan ibu saya walau tingkat pendidikan mereka sama.
Sehubung dengan sikap orangtua dalam pendidikan, data menunjukan bahwa perhatian merupakan determinan yang positif dari kinerja kreatif seorang anak, akan tetapi pendekatan otoriter mempunyai dampak yang sebaliknyarhadap kinerja anak.

Studi Tentang Keluarga Anak Berbakat di Indonesia

Hasil studi ini menunjukkan bahwa orangtua dari anak berbakat mempunyai tingkat pendidikan, jabatan professional, dan penghasilan yang lebih tinggi. Ciri-ciri anak yang menurut orangtua perlu dikembangkan dalam penelitian ini nyata bahwa orangtua berbakat lebih mementingkan cirri “ ketekunan” dan “inisiatif” dibandingkan orangtua pada kelompok anak yang memiliki kecerdasan rata-rata.

Mengembangkan Kreativitas Anak di Rumah

Anak-anak yang hidup dalam lingkungan yang merangsang dan tidak konversional akan belajar menikmati keragaman, keterbukaan, dan orisinalitas. Kebebasan dan kesempatan untuk melakukan macam-macam kegiatan. Disini penerapan-penerapan 4P sangat perlu dilakukan dalam mengembangkan kreativitas anak.
Untuk teori ini saya dan kakak saya jika ada waktu libur sering membuat kerajinan tangan dari barang yang tidak dipakai dirumah dan membuatnya jadi hiasan. Selain emmbuat kerajinan tangan dalam hal barang kami juga sering menyalurkan ide kreatif saya dalam pembuatan makanan seperti kue dan jajanan untuk makan bersama dengan orangtua.

Dampak Sikap Orangtua Terhadap Kreativitas Anak

Beberapa factor yang menentukan hubungan sikap orangtua secara langsung mempengaruhi kreativitas anak mereka:
^kebebasan
^Respek
^Kedekatan Emosional yang Sedang
^Prestasi bukan Angka
^Orangtua Aktif dan Mandiri
^menghargai Kreativitas
Orangtua saya meliputi point-point diatas dimana mereka memantau perkembangan kami dan tidak memaksakan kehendak mereka kepada kami anak-anaknya. Tidak mempermasalahkan nilai yang kami dapat namun melihat apakah perkembangan kami meningkat. Dan selalu memberikan kami motivasi untuk melakukan hal lebih dari yang sudah kami dapatkan dan supaya tidak cepat berpuas diri.

B. PERANAN SEKOLAH

Karakteristik Guru Anak Berbakat
Guru yang baik menetukan tujuan dan sasaran belajar, membantu dalam pembentukan nilai pada anak, memilih pengalaman belajar, menentukan metode atau strategi mengajar, dan paling penting menjadi model prilaku bagi siswa. Ciri guru anak berbakat dihimpun oleh Davis:
# Sikap demokratis
#Ramah dan memberi perhatian perorangan
#Sabar dan memiliki minat luas
#Penampilan yang menyenangkan
#memiliki rasa humoris
# memberi perhatian terhadap masalah anak
#menggunakan penghargaan dan pujian
#kemahiran yang luar biasa dalam mengajar subjek tertentu.

Ketika saya bersekolah di Perguruan Kalam Kudus, saya merasa bahwa guru-guru disana memiliki criteria diatas. Di sekolah saya semasa SD dan SMP saya di berikan motivasi untuk meningkatkan kreativitas saya baik dalam menggambar dan membuat prakarya. Agak berbeda dengan Sekolah saya semasa SMA di SMAN 12 medan dimana guru-guru terkesan kurang peduli terhadap muridnya. Dan hanya menuntu murid mamapu menguasai materi pelajaran. Sehingga saya pada SMA hanya menuntut saya mengerti materi tanpa proses belajar yang menyenangkan yang menuntut kreativitas dari seorang pengajar.

C. Peran Masyarakat

Kebudayaan creativogenic menurut Ariety mempunyai karakteristik sebagai berikut:
^tersedianya sarana prasarana kebudayaan
^Keterbukaan Terhadap rangsangan Kebudayaan
^Penekanan pada Becoming
^Kebebasan
^Menghargai kebudayaan yang berbeda
^Toleransi dan minat terhadap pandangan divergen
^interaksi antar pribadi-pribadi yang berarti
^Adanya insentif
Kesembilan factor tersebut merupakan penunjang tetapi yang paling menentukan adlaah unusur-unsur intrapsikis individu, seperti rada aman dan bebas secara psikologis.
Kita tidaknya hanya bersikap kreatif dalam keluarga dan untuk diri sendiri tetapi juga untuk lingkungan masyarakat kita.

resume 3 (Peranan Keluarga Dalam Mengembangkan Bakat dan kreativitas Anak)



Teori Pengembangan Kreativitas ( creativity Intersection )
Dalam membantu anak mewujudkan kreativitas mereka, anak perlu dilatih dalam keterampilan tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat atau talenta mereka. Keberhasilan kreatif adalah persimpangan (intersection) antara keterampilan anak dalam bidang tertentu (domain skills), keterampilan berpikir dsn bekerja kreatif dan motivasi intrinsic, dapat juga disebut dengan motivasi batin)
Karakteristik Keluarga yang Kreatif
1. Penelitian Dacey
    Dacey pada tahun 1989 melakukan penelitian di Inggris terhadap kehidupan keluarga.
Kesimpulan yang ditarik dari studi ini :
               # Faktor Genetis Vs Lingkungan
                 Cara asuhan orangtua dan iklim keluarga mempengaruhi kreativitas anak untuk berada di  atas rata-rata dalam prestasi kreatif
               # Aturan Perilaku
                   Orangtua dari remaja kreatif tidak banyak menetukan atura perilaku didalam keluarga
               # Tes Kreativitas sebagai Prediktor Prestasi Kreatif Remaja
                  Banyak tes kreativitas yang kurang absah dalam pengukuran kreatif pada remaja. Perlu diingat bahwa kreativitas merupakan “trait” yang relatif kurang stabil, terutama pada masa remaja.
               # Masa Kritis
                  Ketika remaja merasa bahwa mereka sedang berada dalam masa kritis hidupnya maka mereka dapat berpikir lebih imajinatif dan berani mengambil resiko dalam bertindak.
               # Humor
                   Bercanda, berolok-olok, dan memperdayakan sebagai lelucon biasanya terjadi pada keluarga kreatif.
               # Ciri-ciri Menonjol Lainnya
                   Bertentangan dengan pendapat stereotype, anak-anak kreatif melihat dirinya mudah bergaul dengan orang lain dan menilai tinggi ciri ini.
               # Perumahan
                   Kebanyakan dari keluarga kreatif menempati rumah yang jauh berbeda dari rumah-rumah oranglain. Biasanya didalam rumah dekorasinya dengan koleksi yang langkah.
               # Pengakuan dan Penguatan pada Usia Dini
                   Kebanyakan anak kreatif mengatakan bahwa mereka merasakan mendapat dorongan kuat dari orangtua mereka.
               # Gaya Hidup Orangtua
                   Kebanyakkan orangtua dari keluarga kreatif dapat menceritakan salah satu aspek dari kehidupan merekayang tidak biasa.
               # Trauma
                   Anak kreatif lebih banyak mengalami trauma dari anak biasa.
               # Dampak dari Sekolah
                   Sekolah ataupun guru membantu siswa dalam meningkatkan kreativitas anak namun, dalam studi ini jarang ditemukan
               # Bekerja Keras
                   Kreativitas lebih banyak merupakan hasil dari kerja keras.
               # Dominasi lateral
                   Beberara teorikus berpendapat bahwa kekidalan lebih banyak ditemukan pada pribadi-pribadi kreatif.
               # Perbedaan Jenis Kelamin
                   Gender dari sample remaja tidak menunjukan ada perbedaan yang nyata dalam nilai kreativitas.
               # Penilaian orangtua Mengenai Kreativitas Anak
               # Jumlah Koleksi
                   Makin tinggi kreativitas remaja, makin banyak jumlah koleksi mereka.
2. Hubungan Antara Latar Belakang Keluarga dan Kinerja Anak
Pada umumnya tampak bahwa makin tinggi tingkat pendidikan orangtua, main baik prestasi anak. yang menarik bahwa pendidikan ibu lebih jelas dan positif hubungannya dengan prestasi anak dibandingkan pendidikan ayah.
Sehubung dengan sikap orangtuadalam pendidikan, data menunjukan bahwa perhatian merupakan determinan yang positif dari kinerja kreatif seorang anak, akan tetapi pendekatan otoriter mempunyai dampak yang sebaliknya terhadap kinerja anak.
3. Studi Tentang Keluarga Anak Berbakat di Indonesia
Hasil studi ini menunjukkan bahwa orangtua dari anak berbakat mempunyai tingkat pendidikan, jabatan professional, dan penghasilan yang lebih tinggi. Ciri-ciri anak yang menurut orangtua perlu dikembangkan dalam penelitian ini nyata bahwa orangtua berbakat lebih mementingkan cirri “ ketekunan” dan “inisiatif” dibandingkan orangtua pada kelompok anak yang memiliki kecerdasan rata-rata.
Mengembangkan Kreativitas Anak di Rumah
Anak-anak yang hidup dalam lingkungan yang merangsang dan tidak konversional akan belajar menikmati keragaman, keterbukaan, dan orisinalitas. Kebebasan dan kesempatan untuk melakukan macam-macam kegiatan. Disini penerapan-penerapan 4P sangat perlu dilakukan dalam mengembangkan kreativitas anak.
Dampak Sikap Orangtua Terhadap Kreativitas Anak
Beberapa factor yang menentukan hubungan sikap orangtua secara langsung mempengaruhi kreativitas anak mereka:
^kebebasan
^Respek
^Kedekatan Emosional yang Sedang
^Prestasi bukan Angka
^Orangtua Aktif dan Mandiri
^menghargai Kreativitas

Rabu, 25 September 2013

Pribadi yang kreatif



Siapa menurut kamu seseorang yang kreatif??

Jika pertanyaan itu di tanyakan kepada saya, banyak orang yang mnurut saya memiliki kreativitas. Setiap orang memiliki bibit kreativitas tergantung bagaimana seseorang dan lingkungannya membentuk atau mengembangkan bibit kreativitas tersebut.

Orang yang terlintas di pikiran saya pertama kali ketika pertanyaan itu diberikan kepada saya adalah kakak saya yang nomor dua. Nama kakak saya adalah Mika Rumondang Napitupulu yang juga merupakan orang yang saya teladani. Saya menyatakan hal tersebut ketika kakak saya sering membuat barang-barang buatan tangannya sendiri.


(foto saya bersama kakak saya )

Ketika sahabat kakak saya berulang tahun kakak saya ingin memberikan hadiah berupa kerajinan tangan buatannya, karena menurutnya sesuatu yang dibuat dengan kerja keras dan sepenuh hati jauh lebih berarti dari pada hadiah yang langsung dibeli di toko. Ia berencana untuk membuat bingkai foto yang unik dengan foto temannya yang dikelilingin foto-foto mereka saat moment-moment bahagia.

Dalam pembuatan bingkai foto tersebut saya dapat menyampaikan 4P yang terjadi.

1. Person

    Kakak saya memang pribadi yang kreatif yang suka membuat benda-benda handmade dari barang-barang seperti korang bekas, stick eskrim, dan barang-barang yang sudah tidak dipakai. Dan untuk pembuatan bingkai foto tersebut dia sudah memikirkan ide – ide menarik dalam pikirannya.

2. Press

    Dorongan yang membuat dirinya ingin membuat produk kreatif itu adalah karena ingin memberikan hadiah yang istimewa kepada temannya yang berulang tahun berupa bingkai foto buatan sendiri yang didalamnya banyak tersimpan momeny-moment istimewa saat mereka bersama.

3. Proses

    Proses yang terjadi ialan ketika ia sudah menyiapkan segala alat dan bahan yang diperlukan dan menuangkan ide yang ada dalam pikirannya. Mengerjakannya dengan tahap  demi tahap dengan hati-hati. Ia mengerjakannya dengan sepenuh hati.

4. Produk Kreatif

   Setelah menuangkan ide kreatifnya, bingkai foto itu pun selesai. Hasilnya sangat bagus menurutku. Disetiap foto kakak saya menuliskan kenangan yang ada dalam foto tersebut. Dalam satu frame kita dapat melihat alur persahabatan mereka mulai dari awal perjumpaan. Ketika temannya menerima hadiah tersebut, temannya sangat senang dan terharu menerima hadiah tersebut. 

Demikan yang dapat saya sampaikan. Ingat bahwa kreativitas tidak hanya ada pada orang-orang tertentu, saya, kamu, mereka semua memiliki kreativitas tergantung bagaimana kamu mengembangkannya.

Selasa, 17 September 2013

Resume 2 ( Pendekatan 4P dalam Pengembangan Kreativitas )

Setiap orang pada dasarnya memiliki bakat kreatif dan kemampuan untuk mengungkapkan dirinya secara kreatif,meskipun dalam proses pengungkapannnya berbeda-beda,tetapi yang penting ialah bahwa bakat tersebut  perlu dikembangkan dan ditingkatkan.



Manfaat mengembangkan kreativitas sejak usia dini :
  • Dapat mewujudkan / mengaktualisasikan diri yang merupakan kebutuhan pokok tertinggi manusia
  • Sebagai kemampuan dalam menyelesaikan masalah
  • Kreativitas tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan, tetapi juga memberikan kepuasan bagi diri individu
  • Kreativitas memungkinkan manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Ada beberapa teori empat P yang melandasi pengembangan kreativitas. Pertama, teori tentang pembentukan pribadi kreatif. Dalam teori tersebut, terdapat dua teori yang mendasarinya, yaitu teori Psikoanalisis dan teori Humanistik.  

1. Teori Psikoanalisa


    Teori – teori psikoanalisa melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu maslah,yang biasanya mulai di masa anak.
1.   Teori Sigmud Freud  ( 1856 – 1939) mengatakan bahwa ciri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan,ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan yang merupakan upaya tidak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima.
2.   Teori Ernest Kris (1900 -1957) menenkankan bahwa mekanisme pertahanan regresi beralih ke perilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan,jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan yang juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Orang–orang kreatif adalah mereka yang paling mampu mengambil bahan–bahan dari alam pikiran tidak sadar.
3.   Teori Carl Jung (1875 – 1961) juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi.Secara tidak sadar kita mengingat pengalaman–pengalaman yang paling berpengaruh dari nenek moyang kita dan dari ketidaksadaran kolektif ini timbul penemuan,teori,seni,dan karya-karya baru lainnya.


2.   Teori Humanistik
      
 
       Berbeda dari teori psikoanalisa,teori humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi dan kreativitas dapat berkembang selama hidup dan tidak terbatas pada lima tahun pertama.
1.      Teori Abraham Maslow ( 1908 – 1970) manusia mempunyai naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan tertentu.
2.      Teori Carl Rogers ( 1902 – 1987) mengatakan bahwa ada tiga kondisi dari pribadi yang kreatif  yaitu :  
            1. Keterbukaan terhadap pengalaman
            2. Kemampuan untuk menilai situasi dengan patokan pribadi seseorng
            3. Kemampuan untuk bereksperimen ,untuk bermain dengan konsep – konsep.

Setiap orang yang memiliki ketiga ciri ini kesehatan psikologisnya sangat baik. Orang ini berfungsi sepenuhnya,menghasilkan karya–karya kreatif dan hidup secara kreatif.Ketiga ciri ini juga merupakan dorongan dari dalam untuk berkreasi


Ciri-ciri kepribadian yang kreatif, yaitu anak memiliki minat dan rasa ingin tahu yang tinggi, tekun, percaya diri serta berani mengambil resiko serta berani tampil beda dan tindakan nya terorganisir.


Teori tentang "press"

Menekankan pada teori Rogers mengenai kondisi internal (dorongan berasal dari diri sendiri) dan kondisi eksternal (dorongan yang berasal lingkungan) yang dapat mendorong seseorang untuk mengembangkan kreativitasnya.

Teori tentang " proses kreatif "

Didasari oleh teori Wallas dan teori tentang belahan otak kanan dan kiri. Menurut teori Wallas, proses kreatif meliputi empat tahap, yaitu Persiapan, Inkubasi, Iluminasi, dan Verifikasi. Sedangkan menurut teori belahan otak, proses kreatif didominasi oleh belahan otak kanan

Teori tentang "Produk kreatif"

Dalam teori tersebut, menekankan pada model dari Besemer dan Treffinger. Pada model ini, produk kreatif digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu kebaruan (novelty), pemecahan (resolution), serta kerincian (elaboration).


        Pendekatan 4P, yaitu Pribadi, Pendorong, Proses serta Produk dapat dijadikan sebagai strategi dalam mengembangkan kreativitas.

Pribadi, kepribadian unik yang dimiliki individu dapat menimbulkan kreativitas sehingga dapat memunculkan ide-ide atau produk yang inovatif.
Pendorong, kreativitas dapat muncul karena adanya motivasi internal (berasal dari diri sendiri) dan motivasi eksternal (berasal dari lingkungan).  
Proses, dalam hal ini anak hendaknya diberi kebebasan serta kesempatan untuk berpikir kreatif sehingga mereka dapat berproses dan dapat menghasilkan produk yang kreatif.
 Produk, berkaitan dengan pribadi, pendorong serta proses, maka seseorang yang kreatif dapat menghasilkan produk yang kreatif pula. 

       Selain digunakan sebagai strategi pengembangan kreativitas, pendekatan 4P juga dapat digunakan untuk penelitian tentang kreativitas.

Rabu, 11 September 2013

DASAR PERTIMBANGAN, KEBIJAKKAN, DAN KONSEP KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS ( resume 1)

Dasar Pertimbangan untuk Pengembangan Kreativitas

a. Hakikat Pendidikan
pendidikan memiliki peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu , terutama bagi pembangunan bangsa dan Negara. Tujuan pendidikan itu sendiri pada umumnya adalah menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannyasecara optimal, sehingga dia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan masyarakat.
Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Akhirnya makin disadari bahwa menentukan keterbakatan seseorang tidak hanya ditentukan dari inteligensi melainkan juga kreativitas dan motivasi untuk berprestasi.

b. Kebutuhan akan Kreativitas
kebutuhan akan kreativitas dibutuhkan di setiap aspek kehidupan, mulai dari bidang ekonomi, kesehatan, politik maupun dalam bidang budaya dan sosial. Guilford, seorang presiden dari American psychological Association menekankan bahwa penelitian dalam bidang kreativitas sangat kurang.
Perhatian utama terhadap kreativitas dan kesadaran akan pentingnya bagi dunia ilmu pengetahuan datang dari bidang di luar psikologi. Banyak departemen pemerintah mencari orang-orang yang memiliki potensi kreatif-inventif.

c. Kendala dalam Pengembangan Kreativitas
kendala konseptual utama terhadap study kreativitas adalah pengertian kreativitas sebagai sifat yang diwarisi oleh orang yang berbakat, luar biasa atau genius. Kendala selanjutnya ialah terhadap gerakkan kreativitas yang terletak pada alat-alat tes yang biasa dipakai disekolah yang tolak ukurnya tidak sesuai dengan makna kreativitas yang sesungguhnya.

d. hubungan kreativitas-inteligensi
berhubungan dengan masalah dimensionalisasi inteligensi-kreativitas dalam penelitian utami munandar (1977) dari hasil studi korelasi dan analisi factor membuktikan bahwa tes kreativitas sebagai dimensi fungsi kognitif yang relatif bersatu yang dapat dibedakan dari tes inteligensi; tetapi berpikir divergen ( kreativitas) juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan berpikir konvergen ( inteligensi).

e. Sikap Guru dan Orangtua
Kemampuan-kemampuan dan cirri-ciri kepribadian tidak pernah lepas dari factor lingkungan sekitar. Orangtua maupun pendidik berperan besar dalam pengembangan kreativtas anak. Yang dapat dilakukan pendidik adalah dengan mengembangkan sikap dan kemampuan anak didiknya yang dapat membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan di masa mendatang secara kreatif dan inventif.

Dasar Pertimbangan untuk Anak Berbakat.

Adanya kekhawatiran bahwa pelayanan pendidikan khusus bagi yang berbakat adalah tidak demokratis, membentuk kelompok elite dan merupakan pemborosan. 

1. keberbakatan tumbuh dari proses interaktif antara lingkungan yang merangsang dan kemampuan pembawaan dan prosesnya.

2. pendidikan atau sekolah, hendaknya memberi kesempatan pendidikan yang sama kepada semua anak untuk mengembangkan potensinya.

3.adanya kekhawatiran bahwa pendidikan khusus bagi anak berbakat akan membentuk kelompok elite.

4. jika anak berbakat dibatasi dan dihambat dalam perkembangannnya maka mereka tidak dimungkinkan untuk maju lebih cepat dalam memperoleh materi.

5. anak dan remaja berbakat merasa bahwa mereka berbeda dari teman yang lain dan membuat mereka terasa terisolasi.

Konsep Kreativitas

Konsep yang amat penting dalam bidang kreativitas adalah hubungn antara kreativitas dan aktualisasi diri. Abraham Maslow dan Carl Roges, Aktualisasi diri ialah apabila seseorang menggunakan semua bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu dan mewujudkan potensinya.

Rogers menekankan bahwa sumber dari kreativitas adalah kecendrungan untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang menjadi matang, kecendrungan untuk mengekspresikan, dan mengaktifkan semua kemampuan organism.

Implikasi dari pembedaan antara kreativitas aktualisasi diri dan kreativitas talenta khusus adalah penekanan pada pentingnya cirri-ciri afektif dari kreativitas –ciri-ciri kepribadian , sikap, motivasi, dan predidposisi untuk berpikir kreatif.



Kreativitas Aktualisasi diri adalah kekreatifan yang umum dan content free . banyak proses yang bertujuan : :
a. meningkatkan kesadaran kreativitas
b. memperkokoh sikap kreatif
c. mengajarkan teknik menemukan gagasan dan memecahkan masalah secara kreatif
d. melatih kemampuan kreatif secara umum.


Konsep Kreativitas dengan Pendekatan Empat P

Beberapa defenisi dari kreativitas berdasarkan Empat P oleh para pakar.

1. Defenisi Pribadi
Menurut Hulbeck, tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya.

2. Defenisi Proses
Menurut Torrance kreativitas pada dasarnya menyerupai langkah langkah mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasi.

3. Defenisi Produk.
Menurut Baron, Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru.

4. Defenisi Press
Kreativitas menekankan pada factor “press” yaitu dorongan internal ( dari diri sendiri berupa keinginan untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif ) dan dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis.


Konsep Anak Berbakat dan Keterbakatan.

1. Defenisi USOE Tentang Keterbakatan.
Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang professional diindetifikasi sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul.

2. Konsepsi Renzulli tentang Keterbakatan
Renzulli dan kawan-kawan menyatakan ada 3 ciri pokok yang merupakan criteria atau persyaratan keberbakatan ialah keterkaitan antara :
 Kemampuan umum di atas rata-rata
 Kreativitas diatas rata-rata
 Pengikatan diri terhadap tugas